3

Butuh Info Keris Hub. rayyagun@gmail.com

Jumat, 24 Februari 2012

KERIS KYAI SINGOSAREN



KERIS  LURUS
PAMUR  : BRASUTAH 
DAPUR  : JALAK 
TANGGUH : PUTUNI SINGGOSARI (SINGOSAREN MUTRANI)
RANGKAH MODEL SANDANG WALAIKAT SUNGGING HALUS
WILAH INI BERAT DAN GAGAH SEPINTAS BERKHARISMA.




KERIS KYAI SANGKELAT

KERIS LUK 13
PAMUR  : BULU AYAM ( RON GENDURU )
DAPUR  : SANGKELAT
TANGGUH : ESTIMASI MADURA SEPUH
RANGKAH : LADRANG MADURA FULL UKIR 3 DIMENSI GADING SOLD
HANDLE  : GADING DONARIKO GADING SOLD
MENDAK : KROM EMAS
PENDOK : PERAK OLD PERMATA RUBBY

WILAH KERIS INI RINGAN, INDAH, DAN MEGAH...



Keris Pusaka Kraton

Pamor diketahui berasal dari meteor yang jatuh ke bumi. Di Jawa, tercatat bahwa pada masa pemerintahan Susuhunan Paku Buwana IV ditemukan sebongkah meteor yang jatuh ke bumi, yaitu sekitar tahun 1723 J atau tahun 1801 M. Meteor yang jatuh di sekitar daerah Prambanan wilayah Surakarta tersebut berukuran tinggi sekitar 50 cm, dan berdiameter 80 cm.
Benda tersebut sampai sekarang disimpan di Kraton Surakarta sebagai salah satu benda pusaka kraton, dan disebut "Kanjeng Kyai Pamor" yang dimanfaatkan dalam pembuatan keris sejak Susuhunan Paku Buwana IV hingga Susuhunan Paku Buwana XI (1939-1945). Penelitian metalurgis terhadap meteor tersebut dengan menggunakan spectrophotometer menunjukkan bahwa didalam kanjeng Kyai Pamor terdapat unsur-unsur nikel, titanium, besi, timbal, dan timah putih atau sekitar 94% unsur besi dan 5% unsur nikel.

Kekuatan Non-Fisik (Kekuatan Gaib) Keris Pusaka Jawa


Kekuatan Gaib Keris

Senjata tajam tradisional yang sangat popular bagi orang Jawa adalah keris. Bagi orang jawa khususnya, keris merupakan sebuah benda pusaka yang telah diakui memiliki kekuatan tertentu. Kekuatan fisik dan kekuatan non-fisik.
Kekuatan fisik dari sebuah keris yaitu mampu menahan beban tekan, tekuk (bending), beban kejut, beban impak dan beban puntir.

KERIS SINGOBARONG

DISKRIPSI : 


KERIS KYAI SINGO BARONG 
PAMOR : PENDARINGAN KEBAK 
DAPUR : SINGOBARONG KINATAH EMAS PERAK
RANGKAH KAYU SAWO FULL UKIR 3 DIMENSI SUNGGING
TANGGUH ESTIMASI MADURA BARU


Minggu, 19 Februari 2012

APA YANG DINAMAKAN KERIS

Menurut kamus umum bahasa indonesia keris adalah senjata tajam bersarung, berujung tajam, dan bermata dua (bilahnya ada yg lurus, ada yg berkeluk-keluk).

Definisi di atas menggambarkan beberapa ciri keris namun terasa kurang lengkap karena tidak semua senjata tajam bermata dua berujung tajam dan bersarung dapat disebut keris, pedang bermata dua dan bersarung dapat memenuhi definisi di atas tapi tetap tidak dapat disebut keris.

Ensiklopedi keris yang ditulis Bambang Harsrinuksmo menyebutkan 4 kriteria utama yang harus dipenuhi sebuah senjata sehingga dapat disebut keris, Kris disk karya Karsten sejr Jensen menyebutkan kriteria bilah dan ganja asimetris sebagai keunikan keris.

Berdasarkan sumber-sumber di atas, dapat disimpulkan bahwa untuk dapat  disebut sebagai keris senjata tajam harus memenuhi beberapa kriteria sebagai berikut:

 

1.         Keris harus bermata dua dan berujung tajam
berbeda dengan badik yang umumnya hanya memiliki satu mata (sisi tajam) keris selalu memiliki dua mata

           
2.         Keris harus terdiri dari dua bagian utama, yaitu:
·                     bagian bilah keris termasuk paksi, dan
·                     bagian ganja.

3.         Bilah keris harus membuat sudut tertentu terhadap ganja, tidak tegak  lurus

4.         Ukuran panjang bilah keris yang lazim adalah antara 33 cm sampai 38 cm. Namun bilah keris luar Jawa panjang bilahnya bisa mencapai 58 cm, bahkan keris buatan Filipina Selatan panjangnya ada yang mencapai 64 cm.
Mengenai senjata tikam menyerupai keris yang panjangnya di bawah ukuran yang lazim, menurut banyak ahli belum bisa dikategorikan sebagai keris, tetapi keris-kerisan.
5.         Keris yang baik harus dibuat dan ditempa dari tiga macam logam, minimal dua, yaitu besi, baja, dan bahan pamor.
Keris-keris tua, atau lebih tepatnya prototipe keris, misalnya keris Buda, belum menggunakan pamor (Harsrinuksmo, 2004).
6.          Keris memiliki bentuk yang tidak simetris /asimetris mengikuti bentuk ganjanya yang asimetris

Bambang Harsrinuksmo dalam bukunya Ensiklopedi Keris hanya menyebutkan empat kriteria keris yaitu kriteria ke-2, ke-3, ke-4 dan ke-5, Bambang Harsrinuksmo perpendapat bahwa keempat kriteria tersebut adalah kriteria paling utama, dan senjata yang tidak memenuhi kriteria utama tersebut tidak bisa disebut keris. Benda menyerupai keris yang terbuat dari tembaga, kuningan, dan logam-logam selain disebut di atas, tidak dapat digolongkan sebagai keris. Begitu juga keris yang dibuat bukan melaui proses penempaan melainkan dicor, meskipun terbuat dari besi atau baja, juga tidak  bisa disebut keris.

Keris Jalak Budha Tegak

Keris Dapur Jalak Budha Tegak
keleng tanpa pamor

Keris budha/kabudhan diyakini merupakan bentuk keris paling awal. Keris kabudhan terdiri dari 2 jenis yaitu keris betok dan keris jalak, perbadaannya terletak pada ricikan (kelengkapan) keris, pada keris jalak terdapat pijetan, tikel alis, dan sogokan, sementara pada keris betok hanya terdapat pijetan.

Bentuk keris Kabudhan yang tegak diduga lebih tua dari pada yang keris budha yang memiliki kecondongan terhadap ganja, keris kabudhan yang lebih tegak merupakan peralihan dari kadga (sejenis senjata india yang bentuknya tegak lurus tanpa kecondongan) menuju keris dalam pengertian saat ini yang memiliki derajat kecondongan tertentu terhadap ganja.
kadga pada relief candi Prambanan

Keris dibawah ini adalah keris Jalak Budha yang tegak sehingga diduga merupakan jenis keris yang paling awal



 Keris kabudhan Lurus di atas sejenis dengan keris kabudhan yang digambarkan pad relief candi Penataran (abad 14)

jalak budha lurus relief candi penataran (abad 13-14)